AFI

Day: September 21, 2021

Mahasiswa AFI Melakukan Pengayaan Metode Belajar dan Pembekalan Mental Mengajar di Pondok Pesantren Walisongo

Rabu (15/09/2021) pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan penyerahan peserta PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta di Yayasan Pondok Pesantren Walisongo, Sungkul, Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Peserta PPL yang ditempatkan di pondok tersebut berjumlah dua mahasiswi dan  didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Krisbowo Laksono, M.Hum. Acara penyerahan peserta PPL dilaksanakan di Pendopo Dalem Pondok Pesantren Walisongo, dihadiri oleh ketua yayasan pondok yakni Afif Al-Ayyubi, S.Ag dan lurah pondok putri yakni Lailatul Badriyah.

Kegiatan PPL di Pondok Pesantren Walisongo berlangsung selama dua minggu terhitung dari tanggal 15 September 2021 – 27 September 2021. Peserta PPL yang sudah terpilih melaksanakan PPL di Pondok Pesantren Walisongo dianjurkan untuk bermukim di pondok hingga kegiatan PPL berakhir. Peserta PPL diwajibkan mematuhi seluruh aturan pondok serta mengikuti beberapa kegiatan pondok seperti yang telah dijadwalkan oleh pengurus pondok. Kebutuhan dasar peserta PPL ditanggung oleh pondok, seperti kamar, lemari, konsumsi tiga kali sehari, kebutuhan listrik serta kebutuhan air.

Kegiatan rutin yang wajib diikuti peserta PPL diantaranya Sholat 5 waktu berjamaah, apel pagi bersama seluruh dewan pondok putri, menjadi Pengajar Aqidah Akhlak tingkat SMP maupun sebagai asisten pengajar, kegiatan literasi filsafat (membaca, menulis, dan diskusi filsafat) bersama Gus Afif yang tidak lain adalah alumni prodi Aqidah Filsafat Islam UIN Raden Mas Said Surakarta angkatan 2014. Selanjutnya, tadarus Al-Qur’an ba’da Maghrib, serta mendampingi kegiatan belajar mandiri santri atau yang akrab disebut “BM” yang dilaksanakan ba’da Isya’.

Pada hari-hari tertentu terdapat acara-acara besar Pondok Pesantren Walisongo. Mahasiswi peserta PPL di pondok pesantren Walisongo juga diwajibkan mengikuti acara-acara besar tersebut. Diantara acara yang diikuti peserta PPL sejak penyerahan pada tanggal hingga hari ini tanggal 19 September adalah acara pembacaan Sholawat Nariyah & Maulid Al-Barzanji dan acara kampanye Capres dan Cawapres ISWA (Ikatan Santri Walisongo).

Acara pembacaan Sholawat Nariyah & Maulid Al-Barzanji dilaksanakan pada Malam Jumat Legi tepatnya tanggal 17 September 2021. Ba’da Isya acara dimulai dan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB di Aula Pondok Putri. Acara ini dihadiri seluruh santri baik putra maupun putri. Acara yang diadakan satu kali dalam satu bulan ini dilaksanakan untuk memperingati weton pengasuh pondok pesantren Walisongo Sragen yakni KH. Ma’ruf Islamuddin.

Sedangkan acara besar yang diikuti selanjutnya adalah pelaksanaan kampanye Capres dan Cawapres ISWA (Ikatan Santri Walisongo). Acara berlangsung sangat meriah dengan dihadiri seluruh santri putra dan santri putri pada Malam Minggu, 18 September 2021. Terdapat 3 paslon putra dan 3 paslon putri yang didukung oleh tim sukses masing-masing paslon yang juga santri Pondok Pesantren Walisongo. Setiap tahunnya acara ini diadakan dengan Capres dan Cawapres dari kelas 11 dan bertempat di halaman SMP & SMA Walisongo Sragen.

Kegiatan inti dalam pelaksanaan PPL di Pondok Pesantren Walisongo ini adalah praktik mengajar mata pelajaran Akidah Akhlak di SMP Walisongo Sragen. Praktik mengajar dilakukan pada tanggal 17 – 18 September 2021. Praktik mengajar lainnya dilakukan pada malam hari untuk mendampingi santri belajar malam dimulai dari pukul 20.00 – 21.30 WIB. Dalam kegiatan belajar mandiri malam hari seluruh santri wajib mengikuti, mereka belajar sesuai dengan kelompok kelas mereka dan didampingi oleh dewan pengurus yang sudah ditugaskan. Disana para santri tidak hanya mengerjakan tugas sekolah tetapi juga belajar materi yang mereka anggap sulit seperti Bahasa Jawa, Matematika, dan Bahasa Inggris. Namun, sebelum melakukan praktik mengajar, mahasiswi peserta PPL dibekali dengan materi singkat mengenai metode belajar dan pembekalan mental mengajar di Pondok Pesantren Walisongo. [KDN]

Mahasiswa AFI Pelajari Terapi Spiritual di PP Darul Afkar

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah progam jurusan Akidah dan Filsafat Islam tahun 2021 dilakukan di berbagai lembaga, salah satunya yaitu bertempat di Ponpes Darul Akfar di Tegal Rejo 01/06 Ceper Klaten. Ada 3 mahasiswa yang ditempatkan di Ponpes Darul Afkar untuk melaksanakan kegiatan PPL. Kegiatan ini berlangsung selama 2 minggu dimulai pada tanggal 11 September 2021 sampai tanggal 25 September 2021.

          Kegiatan PPL ini diawali dengan penyerahan mahasiswa PPL oleh Dra. Hj. Siti Nurlaili. M, M. Hum. Selaku Kepala Prodi Akidah Filsafat Islam dan di dampingi oleh Alfina Hidayah,M. Phil. Selaku dosen pembimbing kepada pimpinan dan penanggung jawab Pondok Darul Afkar yaitu Prof. Dr. KH. Syamsul Bakri, M. Ag pada hari Sabtu, 11 September 2021 pukul 16:00 WIB bertempat di Ponpes Darul Afkar.

Dalam rangka kegiatan PPL tersebut, mahasiswa yang tergabung tidak diwajibkan untuk menginap di ponpes Darul Afkar. Kegiatan dipondok Darul Afkar tidak dilaksanan setiap hari namun hanya di hari tertentu saja. “kegiatan yang paling pokok disini hanya dilaksanakan di hari selasa, jumat dan minggu itupun berlangsung dimalam hari. Karena setiap santri disini memiliki kesibukan tersendiri setiap pagi dan siang harinya.” Ujar Kyai.           Pada hari minggu, 12 September 2021 mahasiswa mengikuti kegiatan kajian rutin Pondok Darul Afkar berupa kajian Buku Ihya Ullumuddin karya Imam Al-Ghazali. Kajian ini diadakan pukul 20:30 WIB sampai selesai yang terbuka untuk umum. Selain para santri, banyak antusias dari masyarakat umum yang mengikuti kegiatan kajian ini. Kajian  Kitab ihya Ulumuddin sendiri membahaa tentang kaidah dan prinsip dalam penyucian jiwa yang menyeru pada kebersihan jiwa, sifat takwa, konsep zuhud, merawat hati dan jiwaserta senantiasa menanamkan sifat ikhlas di dalam kehidupan dan beragama.

          Pada hari selasa, 14 September 2021 kegiatan kajian rutin berupa ngaji dan dzikir bersama yang seharusnya dilaksanakan  harus diliburkan karena suatu hal dan cuaca yang tidak mendukung. Karena kegiatan kajian yang ditunda mahasiswa melakukan konsultasi terhadap para santri mengenai skema PPL dan Perkuliahan yang berlangsung. Para santri sendiri pada umumnya merupakan lulusan dari IAIN Surakarta (sebelum berganti nama menjadi UIN Raden Mas Said) yang menetap dipondok Darul Afkar. Selain mengikuti kegiatan pondok mayoritas aktivitas santri adalah berprofesi sebagai guru. Maka dari itu kegiatan dipondok dilakukan setiap malam. Serta menarik minat masyarakat umum untuk mengikuti kegiatan pondok karna saat malam hari aktivitas masyarakat pada umumnya senggang.

          Pada hari Jumat, 17 September 2021 pukul 20:30 mahasiswa mengikuti kegiatan rutin berupa Sufi Healing atau Psikoterapi. Kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum, karena itu banyak masyarakat setempat yang mengikuti kegiatan ini bahkan ada yang dari luar daerah. Sufi healing adalah sebuah terapi dengan menggunakan metode tasawuf reiki. Yaitu sebuah meditasi yang dipimpin oleh Kyai mengunakan perantara musik untuk membuat pasien menjadi rileks sehingga dapat mencapai alam bawah sadar yang kemudian disalurkan energi-energi positif untuk menghilangkan energi negatif yang terdapat didalam tubuh.

Selain mengikuti Kegiatan Psikoterapi mahasiswa juga melakukan wawancara terhadap para peserta terapi guna mengetahui tujuan dan manfaat dari sufi healing. Tentunya setiap orang pasti memiliki efek dan manfaat yang berbeda setelah mengikuti kegiatan psikoterapi. Hal ini dipengaruhi oleh niat, keseriusan, dan kekhusyukan para peserta psikoterapi. [FAP]

PP Ummul Qurok Bekali Mahasiswa AFI Pengayaan Metode Pembelajaran Guna Menyiapkan Profil Lulusan Pendidik Akidah Akhlak Handal dan Profesional

Penyerahaan Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) diselenggarakan pada hari Rabu, 8 September 2021 di   Pondok Pesantren Ummul Qurok  yang terletak di dusun Jlegong, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Acara penyerahan dihadiri oleh  Pimpinan Pondok Pesantren Ummul Qurok Boyolali K.R.T Anangsyah Effendi ZPME., S.H., M.H.  dan  Halintar  Syah Reza Effendi ZFME. ME., S.Ag., S.H., M.H., M.Pd. sedangkan Mahasiswa didampingi oleh Krisbowo Laksono, M.Hum. selaku Dosen Pembimbing Lapangan PPL.

dalam pelaksanaan kegiatan PPL Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam bekerjasama dengan beberapa Instansi Pendidikan, salah satunya adalah Pondok Pesantren Ummul Qurok dan Mahasiswa yang ditempatkan disini difokuskan pada pendalaman praktik Pendidikan Aqidah Akhlak bagi santri Pondok.

Kegiatan  Praktek  Pengalaman  Lapangan  (PPL)  di PP Ummul Qurok Boyolali pada  tanggal  13-18  September  2021 adalah pelatihan mengenai Metode pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Ummul Qurok . Metode pembelajaran yang digunakan di Pondok Pesantren Ummul Qurok ini adalah I’dad Amaliyatut Tadris. I’dad Amaliyatut Tadris adalah salah satu bentuk ujian akhir bagi santri kelas 12 sebagai syarat kelulusan. Sistem ini diterapkan di Pondok Pesantren Ummul Qurok dengan tujuan untuk melatih santri agar dapat menjadi pendidik yang memperhatikan metode atau langkah-langkah yang tepat.

Sebelum praktek mengajar kita terlebih dahulu  melaksanakan pembekalan selama tiga hari yang diisi oleh Ustadz Anangsyah Effendi ZPME, S.H., M.H selaku pemimpin Pondok Pesantren Ummul Qurok,  Ustadz Fadkhur Rohman,S.Pd.I selaku wakil Kurikulum SMA Sauqi Nusantara  dan  MTs  Ummul  Qurok  Unggulan,  dan  Ustadz  Imam  Sya’roni  selaku  ketua kurikulum  SMA  Sauqi  Nusantara  dan  MTs  Ummul  Qurok  Unggulan.  Dalam  pembekalan tersebut telah disampaikan mengenai metode mengajar (thariqah), materi yang akan disampaikan (Maadah), Bahasa yang digunakan (Lughah), dan kepribadian guru (Ahwalu al mudarris).

Setelah Mahasiswa PPL melaksanakan pembekelan mengenai metode pembelajara I’dad Amaliyatut   Tadris,   para   Mahasiswa   menyusun   naskah   I’dad   dengan   didampingi   oleh Ustad-Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Ummul Qurok ini. I’dad ini dibuat dengan menggunakan  tulisan  tangan  berbahasa  Indonesia. Pada  umumnya  jika  di  Pondok  I’dad  ini dibuat dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kemudian setelah selesai, I’dad ini diserahkan kepada pembimbing untuk diperiksa dan dikoreksi kemudian diperbaiki dan diajukan lagi.  Setelah  itu,  jika  sudah  benar  maka  I’dad  di  tandatangani  oleh  Ustadz  pembimbing. Kemudian diujicobakan dihadapan teman-teman beserta ustad-ustadzah yang membimbing agar mempunyai kepercayaan diri ketika ujian praktek mengajar secara langsung. Setiap apa yang akan disampaikan kepada murid atau audien harus ditulis dengan lengkap seperti cara, metode, pertanyaan, dan jawaban.

Setelah  persiapan  I’dad  selesai,  mahasiswa  PPL  melakukan  praktek  mengajar  secara langsung dengan audien atau murid MTs Ummul Qurok Unggulan dan diawasi oleh pembimbing dan ustad-ustadzah yang ada di Pondok Pesantren Ummul Qurok ini. setelah Mahasiswa selesai melaksanakan praktek, pada saat itu juga Mahasiswa PPL langsung dievaluasi mengenai proses pengajaran atau Darsu An-Naqdi. Proses evaluasi ini dilakukan oleh para penilai dimana kritik

dan  kesalahan  pengajar  akan  dibuka  dihadapan  pimpinan,  ustadz,  dan  teman-teman  dengan empat kriteria yaitu :

1.   Metode (thariqah)

Dalam kriteria penilaian, metode sangatlah penting. Karena harus runtut dan tidak boleh terbolak-balik.   Selain   itu   setiap   mata   pelajaran   mempunyai   metode   (thariqah) masing-masing. Jadi metode mengajar Bahasa Arab berbeda dengan metode mengajar matematika.

2.   Materi (maadah)

Kriteria penilaiannya adalah mengenai kosa kata baru, keterangan pelajaran, tanya jawab antar  santri  dengan  ustadz.  Jadi  pada  penilaian  materi,  apa  yang  disampaikan  oleh pengajar harus sesuai dengan apa yang ditulis dalam I’dad.

3.   Bahasa yang digunakan (Lughah)

Kriteria penilaiannya adalah mengenai pengucapan yang diucapkan oleh guru. Walaupun bukan kesalahan fatal, hal ini tetap dijadikan untuk bahasan koreksi karena dalam pengucapan ini tergantung dengan dialek masing-masing pengajar.

4.   Kepribadian guru (Ahwalu al mudarris).

Kriteria penilaiannya adalah mengenai penampilan guru, suara guru, gerak-gerik, raut wajah dan yang lainnya. Semua itu harus diperhatikan dengan secara detail, karena sangat mempengaruhi dalam penilaian. [MK]