AFI

Month: September 2021

AFI Terbitkan “Memayu Hayuning Bawana”, Catatan Mahasiswa Saat Pandemi Covid-19

Sukoharjo, 28/9/21 – Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta telah terbitkan sebuah buku berjudul “Memayu Hayuning Bawana” yang merupakan kumpulan catatan 40 mahasiswa selama mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) tahun 2020 pada saat pandemi Covid-19 dari lingkungan tempat tinggal masing-masing. Dengan harapan mahasiswa dapat berlatih menangkap fenomena-fenomena sosial budaya maupun keagamaan di lingkungannya selama pelaksanaan KKL dari rumah.

Memangku Hayuning Bawana dipilih sebagai judul buku ini sebagai refleksi dari filosofi Jawa dengan makna memperindah keindahan dunia termasuk dalam kondisi Pandemi Covid-19. Karena ditengah-tengah kondisi pandemi, pada akhirnya seluruh manusia berupaya melindungi keselamatan fisiknya juga spiritualnya. Oleh karena itu, dengan Memangku Hayuning Bawana diharapkan manusia dapat bersikap lebih arif atau bijak terhadap diri sendiri, lingkungannya, dan juga hubungannya dengan Sang Maha Kuasa.

Tepat pada hari Selasa, 28 September 2021 penyerahan buku “Memayu Hayuning Bawana” kepada Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta oleh Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam Dra. Hj. Siti Nurlaili Muhadiyatiningsih, M.Hum. sebagai laporan kegiatan Program Studi serta kontribusi karya tulis mahasiswa kepada Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. []

Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag. Perkuat Prodi AFI dengan Dikukuhkannya Menjadi Guru Besar

Sukoharjo, 28/9/2021 – Tepat pada hari Selasa, 28 September 2021, Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag., bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam telah dilaksanakan di Graha UIN Raden Mas Said Surakarta. Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta turut berbangga dan berbahagia dengan dikukuhkannya salah satu dosen AFI yang juga merupakan alumni AFI tersebut menjadi Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta.

“Pergerakan di Jantung Vorstanlanden (Sejarah Sosial Masyarakat Surakarta Era Kolonial)” adalah tema yang diangkat dalam pidato Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag. Garis besar yang dikemukakan antara lain seputar kondisi Hindia Belanda era kolonial, pergerajan di Surakarta yang meliputi perubahan sosial budaya, dinamika agraria, dinamika ekonomi, dinamika politik, dan dinamika keagamaan. Dalam kesimpulannya, beliau menegaskan “pergerakan di Vorstenlanden benih-benihnya sudah ada sejak akhir abad ke-19, dan baru benar-benar menjadi sebuah pergerakan pada awal abad ke-20 dengan model perjuangan modern, yakni ditandai dengan penggunaan surat kabar dan organisasi modern dalam memperjuangkan hak-hak sipil dan politik pribumi. Model perjuangan dengan media massa dianggap efektif untuk membangkitkan semangat juang kaum pribumi dalam melawan imperialisme. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah tidak ditentukan oleh faktor tunggal dan sederhana, tetapi oleh beberapa mata rantai kejadian. Dinamika dan pergerakan di Surakarta tentu tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi di Hindia Belanda pada umumnya. Kedua, Dinamika dan pergerakan di Surakarta berbentuk lingkaran sentral, bersifat kompleks dan saling terkait di berbagai bidang, yakni bidang sosial budaya, agraria, ekonomi, politik dan keagamaan. Fakta sejarah tersebut memperkuat teori lingkaran sentral yang menyebutkan bahwa dinamika sejarah merupakan perkembangan logis dari berbagai peristiwa yang saling berpautan. Sebuah kejadian akan memiliki akibat di sekitarnya.”

Sehubungan dengan Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag., sosok yang saat ini juga tengah menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Raden Mas Said Surakarta tersebut, Kaprodi AFI Dra. Hj. Siti Nurlaili Muhadiyatiningsih, M.Hum. berharap agar AFI semakin menguat dengan diraihnya gelar Guru Besar oleh salah satu dosen Prodi diantara jajaran Dosen AFI lainnya, “Harapan prodi, saat ini prodi sedang mengajukan perpanjangan akreditasi A, dengan jabatan Guru Besar ini bisa memperkokoh prodi untuk akreditasi. Semoga berkah untuk Prodi AFI dan UIN Surakarta. Selamat dan Sukses.” imbuh Kaprodi. []

Pelaksanaan PPL AFI 2021 di SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar

Sukoharjo, 27/9/21 –  Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta tahun 2021 yang mengusung tema utama “Peran Profil Lulusan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam pada Masa Pandemi Covid-19” diselenggarakan di beberapa tempat, salah satunya yaitu SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar yang berlokasi di Jalan Ir. Juanda, Beji, Bejen, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar.

Konsentrasi kegiatan di sekolah mengacu pada salah satu Profil Lulusan Program Studi sebagai Pendidik Akidah Akhlak yang menekankan pada pengayaan metode pembelajaran mata pelajaran Akidah Akhlak sesuai minat profesi yang dipilih yaitu sebagai Pendidik Akidah Akhlak. Adapun durasi pelaksanaan karena kondisi masih pandemi, maka dijadwalkan selama dua minggu dengan Dosen Pembimbing Lapangan dari Program Studi yaitu Dr. Yusup Rohmadi, M.Hum.

Mahasiswa yang berkesempatan untuk melakukan PPL di SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar adalah Siti Muslikah dan Rohmat Pujiyanto yang mana keduanya merupakan mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam angkatan tahun 2018 yang telah diserahkan kepada Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Karanganyar sebagai mahasiswa yang akan melaksanakan PPL disana mulai hari ini Senin, 27 September 2021 sampai dengan 11 Oktober 2021. []

Mahasiswa AFI Melaksanakan PPL di Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Mas Said Surakarta

Sukoharjo, 27/9/21 – Dalam rangka pengembangan keterampilan dan wawasan mahasiswa maka Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Ma’had Al-Jami’ah UIN Raden Mas Said Surakarta dengan konsentrasi kegiatan yang mengacu pada salah satu Profil Lulusan Program Studi sebagai Peneliti bidang Akidah, Filsafat dan Pemikiran Islam.

Tepat pada hari Senin, 27 September 2021 pukul 13.00 WIB acara penyerahan mahasiswa PPL AFI 2021 digelar dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Raden Mas Said Surakarta sekaligus Pengasuh Ma’had Al-Jami’ah, Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag., Kaprodi Aqidah dan Filsafat Islam Dra. Hj. Siti Nurlaili Muhadiyatiningsih, M.Hum., beserta Sekprodi Alfina Hidayah, M.Phil., Lurah atau Musyrifah Ma’had Al-Jami’ah Dinar Bela Ayu Najma, M.Pd. yang nantinya akan bertindak sebagai Guru Pamong PPL, juga para mahasantri Ma’had Al-Jami’ah dan mahasiswa PPL AFI 2021 yang bertempat di Gg. Nakulo, Dusun III Pucangan, Kartasura.

PPL AFI 2021 yang mengusung tema utama “Peran Profil Lulusan Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam pada Masa Pandemi Covid-19” tersebut dibagi kedalam beberapa kelompok dan lokasi. Adapun yang bertempat di Ma’had Al-Jami’ah bersama Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Yusup Rohmadi, M.Hum. dengan mahasiswa berjumlah tujuh orang, yaitu Alfia Rizka Nurul Izza, Annisa Firdaus, Lufia Indah Parawangsa, Daryani Fatimah Putri, Ihwanuddin Royyanul Wahid, Ahmad Rifai, dan Ega Silpa A. Durasi pelaksanaan selama dua minggu terhitung mulai hari ini (27/9) dengan harapan mahasiswa dapat mengambil manfaat semaksimal mungkin selama mengikuti aktifitas di Ma’had Al-Jami’ah. []

Mahasiswa AFI Melakukan Pengayaan Metode Belajar dan Pembekalan Mental Mengajar di Pondok Pesantren Walisongo

Rabu (15/09/2021) pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan penyerahan peserta PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta di Yayasan Pondok Pesantren Walisongo, Sungkul, Plumbungan, Karangmalang, Sragen. Peserta PPL yang ditempatkan di pondok tersebut berjumlah dua mahasiswi dan  didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Krisbowo Laksono, M.Hum. Acara penyerahan peserta PPL dilaksanakan di Pendopo Dalem Pondok Pesantren Walisongo, dihadiri oleh ketua yayasan pondok yakni Afif Al-Ayyubi, S.Ag dan lurah pondok putri yakni Lailatul Badriyah.

Kegiatan PPL di Pondok Pesantren Walisongo berlangsung selama dua minggu terhitung dari tanggal 15 September 2021 – 27 September 2021. Peserta PPL yang sudah terpilih melaksanakan PPL di Pondok Pesantren Walisongo dianjurkan untuk bermukim di pondok hingga kegiatan PPL berakhir. Peserta PPL diwajibkan mematuhi seluruh aturan pondok serta mengikuti beberapa kegiatan pondok seperti yang telah dijadwalkan oleh pengurus pondok. Kebutuhan dasar peserta PPL ditanggung oleh pondok, seperti kamar, lemari, konsumsi tiga kali sehari, kebutuhan listrik serta kebutuhan air.

Kegiatan rutin yang wajib diikuti peserta PPL diantaranya Sholat 5 waktu berjamaah, apel pagi bersama seluruh dewan pondok putri, menjadi Pengajar Aqidah Akhlak tingkat SMP maupun sebagai asisten pengajar, kegiatan literasi filsafat (membaca, menulis, dan diskusi filsafat) bersama Gus Afif yang tidak lain adalah alumni prodi Aqidah Filsafat Islam UIN Raden Mas Said Surakarta angkatan 2014. Selanjutnya, tadarus Al-Qur’an ba’da Maghrib, serta mendampingi kegiatan belajar mandiri santri atau yang akrab disebut “BM” yang dilaksanakan ba’da Isya’.

Pada hari-hari tertentu terdapat acara-acara besar Pondok Pesantren Walisongo. Mahasiswi peserta PPL di pondok pesantren Walisongo juga diwajibkan mengikuti acara-acara besar tersebut. Diantara acara yang diikuti peserta PPL sejak penyerahan pada tanggal hingga hari ini tanggal 19 September adalah acara pembacaan Sholawat Nariyah & Maulid Al-Barzanji dan acara kampanye Capres dan Cawapres ISWA (Ikatan Santri Walisongo).

Acara pembacaan Sholawat Nariyah & Maulid Al-Barzanji dilaksanakan pada Malam Jumat Legi tepatnya tanggal 17 September 2021. Ba’da Isya acara dimulai dan berlangsung hingga pukul 21.00 WIB di Aula Pondok Putri. Acara ini dihadiri seluruh santri baik putra maupun putri. Acara yang diadakan satu kali dalam satu bulan ini dilaksanakan untuk memperingati weton pengasuh pondok pesantren Walisongo Sragen yakni KH. Ma’ruf Islamuddin.

Sedangkan acara besar yang diikuti selanjutnya adalah pelaksanaan kampanye Capres dan Cawapres ISWA (Ikatan Santri Walisongo). Acara berlangsung sangat meriah dengan dihadiri seluruh santri putra dan santri putri pada Malam Minggu, 18 September 2021. Terdapat 3 paslon putra dan 3 paslon putri yang didukung oleh tim sukses masing-masing paslon yang juga santri Pondok Pesantren Walisongo. Setiap tahunnya acara ini diadakan dengan Capres dan Cawapres dari kelas 11 dan bertempat di halaman SMP & SMA Walisongo Sragen.

Kegiatan inti dalam pelaksanaan PPL di Pondok Pesantren Walisongo ini adalah praktik mengajar mata pelajaran Akidah Akhlak di SMP Walisongo Sragen. Praktik mengajar dilakukan pada tanggal 17 – 18 September 2021. Praktik mengajar lainnya dilakukan pada malam hari untuk mendampingi santri belajar malam dimulai dari pukul 20.00 – 21.30 WIB. Dalam kegiatan belajar mandiri malam hari seluruh santri wajib mengikuti, mereka belajar sesuai dengan kelompok kelas mereka dan didampingi oleh dewan pengurus yang sudah ditugaskan. Disana para santri tidak hanya mengerjakan tugas sekolah tetapi juga belajar materi yang mereka anggap sulit seperti Bahasa Jawa, Matematika, dan Bahasa Inggris. Namun, sebelum melakukan praktik mengajar, mahasiswi peserta PPL dibekali dengan materi singkat mengenai metode belajar dan pembekalan mental mengajar di Pondok Pesantren Walisongo. [KDN]

Mahasiswa AFI Pelajari Terapi Spiritual di PP Darul Afkar

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah progam jurusan Akidah dan Filsafat Islam tahun 2021 dilakukan di berbagai lembaga, salah satunya yaitu bertempat di Ponpes Darul Akfar di Tegal Rejo 01/06 Ceper Klaten. Ada 3 mahasiswa yang ditempatkan di Ponpes Darul Afkar untuk melaksanakan kegiatan PPL. Kegiatan ini berlangsung selama 2 minggu dimulai pada tanggal 11 September 2021 sampai tanggal 25 September 2021.

          Kegiatan PPL ini diawali dengan penyerahan mahasiswa PPL oleh Dra. Hj. Siti Nurlaili. M, M. Hum. Selaku Kepala Prodi Akidah Filsafat Islam dan di dampingi oleh Alfina Hidayah,M. Phil. Selaku dosen pembimbing kepada pimpinan dan penanggung jawab Pondok Darul Afkar yaitu Prof. Dr. KH. Syamsul Bakri, M. Ag pada hari Sabtu, 11 September 2021 pukul 16:00 WIB bertempat di Ponpes Darul Afkar.

Dalam rangka kegiatan PPL tersebut, mahasiswa yang tergabung tidak diwajibkan untuk menginap di ponpes Darul Afkar. Kegiatan dipondok Darul Afkar tidak dilaksanan setiap hari namun hanya di hari tertentu saja. “kegiatan yang paling pokok disini hanya dilaksanakan di hari selasa, jumat dan minggu itupun berlangsung dimalam hari. Karena setiap santri disini memiliki kesibukan tersendiri setiap pagi dan siang harinya.” Ujar Kyai.           Pada hari minggu, 12 September 2021 mahasiswa mengikuti kegiatan kajian rutin Pondok Darul Afkar berupa kajian Buku Ihya Ullumuddin karya Imam Al-Ghazali. Kajian ini diadakan pukul 20:30 WIB sampai selesai yang terbuka untuk umum. Selain para santri, banyak antusias dari masyarakat umum yang mengikuti kegiatan kajian ini. Kajian  Kitab ihya Ulumuddin sendiri membahaa tentang kaidah dan prinsip dalam penyucian jiwa yang menyeru pada kebersihan jiwa, sifat takwa, konsep zuhud, merawat hati dan jiwaserta senantiasa menanamkan sifat ikhlas di dalam kehidupan dan beragama.

          Pada hari selasa, 14 September 2021 kegiatan kajian rutin berupa ngaji dan dzikir bersama yang seharusnya dilaksanakan  harus diliburkan karena suatu hal dan cuaca yang tidak mendukung. Karena kegiatan kajian yang ditunda mahasiswa melakukan konsultasi terhadap para santri mengenai skema PPL dan Perkuliahan yang berlangsung. Para santri sendiri pada umumnya merupakan lulusan dari IAIN Surakarta (sebelum berganti nama menjadi UIN Raden Mas Said) yang menetap dipondok Darul Afkar. Selain mengikuti kegiatan pondok mayoritas aktivitas santri adalah berprofesi sebagai guru. Maka dari itu kegiatan dipondok dilakukan setiap malam. Serta menarik minat masyarakat umum untuk mengikuti kegiatan pondok karna saat malam hari aktivitas masyarakat pada umumnya senggang.

          Pada hari Jumat, 17 September 2021 pukul 20:30 mahasiswa mengikuti kegiatan rutin berupa Sufi Healing atau Psikoterapi. Kegiatan ini bersifat terbuka untuk umum, karena itu banyak masyarakat setempat yang mengikuti kegiatan ini bahkan ada yang dari luar daerah. Sufi healing adalah sebuah terapi dengan menggunakan metode tasawuf reiki. Yaitu sebuah meditasi yang dipimpin oleh Kyai mengunakan perantara musik untuk membuat pasien menjadi rileks sehingga dapat mencapai alam bawah sadar yang kemudian disalurkan energi-energi positif untuk menghilangkan energi negatif yang terdapat didalam tubuh.

Selain mengikuti Kegiatan Psikoterapi mahasiswa juga melakukan wawancara terhadap para peserta terapi guna mengetahui tujuan dan manfaat dari sufi healing. Tentunya setiap orang pasti memiliki efek dan manfaat yang berbeda setelah mengikuti kegiatan psikoterapi. Hal ini dipengaruhi oleh niat, keseriusan, dan kekhusyukan para peserta psikoterapi. [FAP]

PP Ummul Qurok Bekali Mahasiswa AFI Pengayaan Metode Pembelajaran Guna Menyiapkan Profil Lulusan Pendidik Akidah Akhlak Handal dan Profesional

Penyerahaan Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) diselenggarakan pada hari Rabu, 8 September 2021 di   Pondok Pesantren Ummul Qurok  yang terletak di dusun Jlegong, Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali. Acara penyerahan dihadiri oleh  Pimpinan Pondok Pesantren Ummul Qurok Boyolali K.R.T Anangsyah Effendi ZPME., S.H., M.H.  dan  Halintar  Syah Reza Effendi ZFME. ME., S.Ag., S.H., M.H., M.Pd. sedangkan Mahasiswa didampingi oleh Krisbowo Laksono, M.Hum. selaku Dosen Pembimbing Lapangan PPL.

dalam pelaksanaan kegiatan PPL Mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam bekerjasama dengan beberapa Instansi Pendidikan, salah satunya adalah Pondok Pesantren Ummul Qurok dan Mahasiswa yang ditempatkan disini difokuskan pada pendalaman praktik Pendidikan Aqidah Akhlak bagi santri Pondok.

Kegiatan  Praktek  Pengalaman  Lapangan  (PPL)  di PP Ummul Qurok Boyolali pada  tanggal  13-18  September  2021 adalah pelatihan mengenai Metode pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Ummul Qurok . Metode pembelajaran yang digunakan di Pondok Pesantren Ummul Qurok ini adalah I’dad Amaliyatut Tadris. I’dad Amaliyatut Tadris adalah salah satu bentuk ujian akhir bagi santri kelas 12 sebagai syarat kelulusan. Sistem ini diterapkan di Pondok Pesantren Ummul Qurok dengan tujuan untuk melatih santri agar dapat menjadi pendidik yang memperhatikan metode atau langkah-langkah yang tepat.

Sebelum praktek mengajar kita terlebih dahulu  melaksanakan pembekalan selama tiga hari yang diisi oleh Ustadz Anangsyah Effendi ZPME, S.H., M.H selaku pemimpin Pondok Pesantren Ummul Qurok,  Ustadz Fadkhur Rohman,S.Pd.I selaku wakil Kurikulum SMA Sauqi Nusantara  dan  MTs  Ummul  Qurok  Unggulan,  dan  Ustadz  Imam  Sya’roni  selaku  ketua kurikulum  SMA  Sauqi  Nusantara  dan  MTs  Ummul  Qurok  Unggulan.  Dalam  pembekalan tersebut telah disampaikan mengenai metode mengajar (thariqah), materi yang akan disampaikan (Maadah), Bahasa yang digunakan (Lughah), dan kepribadian guru (Ahwalu al mudarris).

Setelah Mahasiswa PPL melaksanakan pembekelan mengenai metode pembelajara I’dad Amaliyatut   Tadris,   para   Mahasiswa   menyusun   naskah   I’dad   dengan   didampingi   oleh Ustad-Ustadzah yang mengajar di Pondok Pesantren Ummul Qurok ini. I’dad ini dibuat dengan menggunakan  tulisan  tangan  berbahasa  Indonesia. Pada  umumnya  jika  di  Pondok  I’dad  ini dibuat dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Kemudian setelah selesai, I’dad ini diserahkan kepada pembimbing untuk diperiksa dan dikoreksi kemudian diperbaiki dan diajukan lagi.  Setelah  itu,  jika  sudah  benar  maka  I’dad  di  tandatangani  oleh  Ustadz  pembimbing. Kemudian diujicobakan dihadapan teman-teman beserta ustad-ustadzah yang membimbing agar mempunyai kepercayaan diri ketika ujian praktek mengajar secara langsung. Setiap apa yang akan disampaikan kepada murid atau audien harus ditulis dengan lengkap seperti cara, metode, pertanyaan, dan jawaban.

Setelah  persiapan  I’dad  selesai,  mahasiswa  PPL  melakukan  praktek  mengajar  secara langsung dengan audien atau murid MTs Ummul Qurok Unggulan dan diawasi oleh pembimbing dan ustad-ustadzah yang ada di Pondok Pesantren Ummul Qurok ini. setelah Mahasiswa selesai melaksanakan praktek, pada saat itu juga Mahasiswa PPL langsung dievaluasi mengenai proses pengajaran atau Darsu An-Naqdi. Proses evaluasi ini dilakukan oleh para penilai dimana kritik

dan  kesalahan  pengajar  akan  dibuka  dihadapan  pimpinan,  ustadz,  dan  teman-teman  dengan empat kriteria yaitu :

1.   Metode (thariqah)

Dalam kriteria penilaian, metode sangatlah penting. Karena harus runtut dan tidak boleh terbolak-balik.   Selain   itu   setiap   mata   pelajaran   mempunyai   metode   (thariqah) masing-masing. Jadi metode mengajar Bahasa Arab berbeda dengan metode mengajar matematika.

2.   Materi (maadah)

Kriteria penilaiannya adalah mengenai kosa kata baru, keterangan pelajaran, tanya jawab antar  santri  dengan  ustadz.  Jadi  pada  penilaian  materi,  apa  yang  disampaikan  oleh pengajar harus sesuai dengan apa yang ditulis dalam I’dad.

3.   Bahasa yang digunakan (Lughah)

Kriteria penilaiannya adalah mengenai pengucapan yang diucapkan oleh guru. Walaupun bukan kesalahan fatal, hal ini tetap dijadikan untuk bahasan koreksi karena dalam pengucapan ini tergantung dengan dialek masing-masing pengajar.

4.   Kepribadian guru (Ahwalu al mudarris).

Kriteria penilaiannya adalah mengenai penampilan guru, suara guru, gerak-gerik, raut wajah dan yang lainnya. Semua itu harus diperhatikan dengan secara detail, karena sangat mempengaruhi dalam penilaian. [MK]

Kaliboto Green Institute Ajarkan Mahasiswa AFI Budidaya Tanaman Sehat dan Manajemen Ternak


Denah lokasi Kaliboto Green Institute (KGI) seluas 8,5 hektare

Kegiatan PPL yang di selenggarakan di Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) resmi dimulai pada hari Selasa 7 September 2021, pukul 10:30-12:00 WIB, bertempat di Jl. Raya Palur Km. 5 Tegal Asri, Rt 04/Rw 06, Jurug, Ngringo, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar.

Kaliboto Green Institute adalah salah satu investasi LPTP yang berada di dusun Karang, desa Kaliboto, kecamatan Mojogedang, kabupaten Karanganyar. Dengan luas 8.5 hektare lahan ini dimanfaatkan untuk pertanian dan juga peternakan. Dengan fokus kedua kegiatan tersebut maka akan tercipta sistem integritas dimana antara pertanian dan peternakan saling berhubungan. Yaitu peternakan membutuhkan makan ternak dari pertanian sedangkan pertanian memerlukan pupuk dari peternakan.

Hari pertama, 7 September 2021 acara penyerahan PPL di Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) ini berjumlah 9 orang mahasiswa yang semuanya dibagi menjadi 3 kelompok dan ditempatkan dicabang LPTP lainnya, Yaitu 3 Laki-laki ditempatkan di LPTP cabang Klaten, 3 Perempuan ditempatkan di LPTP cabang Kaliboto Green Institute (KGI) Kab. Karanganyar dan 3 Perempuan ditempatkan di LPTP cabang Boyolali.

Hari kedua, 8 September 2021 kegiatan PPL di Kaliboto Green Institute (KGI) Kab. Karanganyar Mahasiswa melakukan Orientasi di tempat PPL yaitu di Kaliboto Green Institute KGI. Disana diajarkan tentang tiga Prinsip Dasar Pertanian yang ada di LPTP yaitu: Budidaya Tanaman Sehat, Bibit, mencakup beberapa aspek yaitu harus di airi , memilih bibit unggul, bibit lokal, dll. Yang menguntungkan bagi petani. Pola tanam, jika di dataran rendah di tanami tanaman yang sama secara terus menerus maka tingkat hama lebih besar. Contoh: padi, palawija. Padi, palawija, padi. Bagi yang tadah hujan bisa palawija, palawija, palawija.

Pada tanaman Padi, LPTP mengembangkan sistem tanam SRI (Sistem Rice Intertenfikasi). Dengan sistem organik atau non organik. Tanam bibit muda. 18 ,15, 12 hari setelah sebar kering . Karena dengan media ini bibit nya akan kuat (kaku) dengan tanamnya 1 lubang 1 bibit. Tanam dangkal. Max. lubang sedalam 1 cm, dengan pemberian air secara berkala. Sistem tanam jajar legowo ( di beri spase ½  ). Perairan Hanya dilakukan dengan irigasi atau tekhnik. Ada juga yang setengah tekhnis. Ada juga yang memakai air tadah hujan.

Cara pengolahan tanah dengan menggunakan Bajja, Traktor. TOL (Tanpa Olah Lahan) dengan menyemprotkan insektisida baru bisa ditanami jagung. Pengendalian gulma, Hama pokok pada tanaman dapat ditanami dengan sistem iwir (berjarak lebih renggang). Pengendalian Hama dan Wereng dan walang sangit itu termasuk hama. Tomro termasuk penyakit pada tanaman yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Pupuk. Organik dan an- organik. Organik. Bisa dalam bentuk padat dan cair. Media yang paling cocok untuk fermentasi adalah air kelapa, dan limbah pabrik tahu, Leri ( air cucian beras ). Menggunakan pestisida nabati yaitu lengkuas,Mindi. Untuk mendapatkan pupuk organik yaitu dari hasil hewan ternak yang dikelola di LPTP.

An- organik. Kimiawi. Subsidi dan non-subsidi. Contoh : Urea, ZA, SP, 36, PONSKA (NPK). Bedanya pupuk subsidi. Dan non subsidi Subsidi : Petrokimia, Gresik, Pusri, Kujang, Mandan, Iskandar muda. Yang sudah teruji didalam Laboratorium. Non-subsidi : PONSKA plus, urea plus. Pengelolaan paska panen, Pengamatan rutin menggunakan jeda waktu mingguan. Contoh : Jumlah hama, jumlah musuh alami, tinggi tanaman, panjang daun, air, matahari. Maka diperlukan pengamatan mingguan untuk tanaman untuk menyimpulkan tanaman sehat atau tidak. Pendayagunaan ( Pengamatan dari musuh alami ), Predator : hewan makan hewan, Serangga makan serangga, Mencetak petani ahli, Ahli di bidang penelitian, Ahli di bidang organisir Petani, Kefasilitasan Dll.

Hari ketiga, 9 September 2021 Mahasiswa melakukan Orientasi Lapangan di bidang Pertanian tempat PPL yaitu di Kaliboto Green Institute (KGI). Dalam observasi lapangan ini Mahasiswa ditugaskan menghitung jumlah pohon yang ada di KGI, potensi, masalah, dan rekomendasi. Begitu juga dengan hari selanjutnya yaitu Peternakan Mahasiswa PPL disuruh menghitung jumlah ternak Sapi, Kambing, dan Domba yang mana nantinya akan dicari potensi, masalah, dan rekomendasi.

Dihari selanjutnya, 12-13 September, Mahasiswa mencari potensi, masalah, dan rekomendasi. Setelah itu mereka mempresentasikan hasil observasi lapangan yang telah dilaksanakan selama dua hari. Kemudian memilih fokus belajar yang akan dipelajari lebih lanjut. Dihari selanjutnya Mahasiswa PPL UIN Raden Mas Said Surakarta menekuni fokus masing-masing. Dan ketiga Mahasiswa PPL UIN ini terfokus dalam Peternakan Kambing, namun dalam sudut pandang yang berbeda. Septi Qomariyah fokus pada Manajemen Kambing, Siti Maimunah fokus pada kesehatan Kambing, dan Tiara Salsa Khorisma fokus pada Pakan Kambing.

Jam masuk Mahasiswa PPL dimulai dari jam 08:00-04:00 WIB selama kegiatan berlangsung Mahasiswa UIN membantu pekerja yang sedang membersihkan kandang, mengambil rumput, dan memantau perkembangan kambing yang sehat maupun yang sedang menjalani proses pemulihan dari sakit belek (sakit mata). Sewaktu awal Mahasiswa dari UIN datang sudah disambut dengan kabar gembira dengan kelahiran bayi kambing yang keduanya terlahir dengan jenis kelamin jantan. Dan kami selaku Mahasiswa merasa sangat senang dengan kabar gembira tersebut, harapan kami semoga anak kambing yang lahir tepat diawal kedatangan kami membawa berkah untuk LPTP ataupun pemilik dari kambing tersebut. [SM/SQ/TSK]

Mahasiswa AFI Pelajari Seni dan Budaya Jawa di Rumah Budaya Kratonan Surakarta

Pada hari Selasa, 07 September 2021 pukul 14.00 WIB dilaksanakan penyerahan mahasiswa PPL Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) UIN Raden Mas Said Surakarta kepada Rumah Budaya Kratonan Surakarta. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Ibu Siti Nurlaili selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Kaprodi AFI, didampingi oleh Ibu Alfina Hidayah selaku sekprodi. Selanjutnya Ibu Sita sebagai Manajer Pengelola yang menerima mahasiswa PPL.

Setelahnya mahasiswa dikenalkan dengan lingkungan Rumah Budaya Kratonan dan kegiatan yang ada di sana. Kemudian hari berikutnya dilakukan pembagian kelompok yang menggunakan jadwal shift yaitu shift pagi dan shift siang, yang mana setiap shift terdapat tiga mahasiswa. Setelah pembagian jadwal masing-masing mahasiswa diberi tugas di tempat-tempat yang sudah ditunjukkan yaitu Galeri, Perpustakaan, dan Kantor. Pada hari-hari berikutnya dilakukan kegiatan yang sama sehingga para mahasiswa saling merasakan masing-masing bidang. Setelah itu, mahasiswa melakukan diskusi bersama dengan pengelola Rumah Budaya Kratonan Surakarta untuk menyampaikan ide-ide mengenai hal-hal yang dilakukan dalam beberapa hari kedepan.

Pada hari Jumat, 10 September 2021 pukul 10.00 mahasiswa PPL mulai melaksanakan ide-ide yang telah disepakati bersama. Memulai pembagian fokus bidang-bidang tertentu yaitu pertama bidang galeri yang beranggotakan Irfan Rahmat Kurnia dan Taufik Aprianto Adi. mereka melaksanakan kegiatan di sekitar galeri dan fokus menyelesaikan ide-ide tentang galeri. Yang kedua dalam bidang perpustakaan beranggotakan Rosa Nur Laili dan Ratna Ida Khumaeroh. keduanya melaksanakan kegiatan disekitar perpustakaan dan berfokus menyelesaikan ide-ide tentang perpustakaan. Yang terakhir diluar ruangan yang meliputi banyak bidang mulai dari taman, aula, mading, dan lain-lain yang beranggotakan Desqy Alvian Rahmaputra dan Indah Maulida. mereka melakukan kegiatan-kegiatan sekitar Rumah Budaya Kratonan Surakarta.

Kegiatan PPL ini berlangsung selama 2 minggu mulai dari tanggal 7 September sampai dengan 21 September 2021, yang mana pada hari terakhir diisi dengan kegiatan presentasi masing-masing mahasiswa terkait kegiatan yang telah dilakukan selama berada di Rumah Budaya Kratonan Surakarta. [IR/RIK]

Bersama LPTP, Mahasiswa AFI Ikuti Program Konservasi di Desa Pagerjuang dan Desa Mriyan


Foto bersama dengan Bapak Muslim dan mahasiswa IAIN Salatiga di rumah Bapa Jinu selaku Ketua Kelompok Sekar Aji yang memproduksi Teh Piles Dusun Kayu Lawang Desa Mriyan

Pada tanggal 7 September 2021, Mahasiswa AFI UIN Raden Mas Said bersama dengan Dra. Hj Siti Nurlaili Muhadiyatiningsih, M.Hum (Kaprodi) melakukan prosesi Pelepasan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di kantor Lembaga Pengembanagan Teknologi Perdesaan (LPTP) Palur dengan disambut oleh Rahadi selaku ketua yayasan bersama Zamzaini . Selain luring acara tersebut juga dilakukan secara daring di ruang zoom meeting. Dalam ruang virtual itu diikuti juga Alfina Hidayah, M. Phil (Sekprodi) dengan Dr. Raden Lukman Fauroni. S.Ag., M.Ag. (DPL PPL).

            Mahasiswa-mahasiswi itu bernama M. Fatkhur rahman, Abdul Wahid, Maulana Kurniawan, Berliana Iswari Cempaka, Ilvia Aulia Rahma, Ega Maya Naftalia yang ditempatkan di Cabang Klaten. Sedangkan Tiara Salsa Khorisma, Siti Maimunah dan Septi Qomariyah ditemptakan di Kaliboto Green Institute yang berada di Karanganyar.

            Khusus mahasiswa yang berada di cabang Klaten dengan koordinator Titik Susana Ristiawati memiliki fokus program konservasi yang terletak di desa Pagerjurang Keamatan Musuk Kabupaten Boyolali dan Mriyan Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali. Di Pagerjurang, Maulana Kurniawan memiliki fokus pada kajian biogas, Ilvia Aulia Rahmah fokus pada rorak dan Ega Maya Naftalia fokus pada Green House. Sedangkan di Desa Mriyan, M. Fatkhur Rokhman memiliki fokus pada budidaya anggrek di dusun Gumuk, Berliana Iswari Cempaka fokus pada produksi kopi di Dusun Gumuk, dan Abdul Wahid fokus pada produksi teh di Dusun Kayulawang.

            Pada 8 September 2021 mahasiswa yang di tempatkan di cabang Klaten melakukan orientasi lapangan dengan didampingi oleh MuslimAfandi, S.Sos., M.Si selaku fasilitator. Mereka diperkenalkan beberapa program yang bekerja sama dengan LPTP dan orang-orang Desa Pagerjurang dan Mriyan yang mengelola program-program tersebut.

            Kemudian pada  9 sampai 14 September kegiatan difokuskan pada kajian Sustainable Livehood Approach (SLA) dengan mencari data-data seperti SDA, SDM, SDE, SDI, dan SDS yang berkaitan dengan desa Pagerjuang dan Mriyan. Kajian tersebut bertujuan untuk mempermudah mahasiswa mengolah data tentang kajian yang mereka fokuskan

.           Setelah itu di tanggal 17 dan 18 September mereka memploting Penampung Air Hujan (PAH) yang terletak di Dusun Kayulawang Desa Mriyan. Mereka memploting 15 rumah yang masih memiliki PAH dengan jumlah KK sebanyak 35 dan 87 jiwa. Dari hasil ploting tersebut terdapat 2 PAH yang rusak yang dimiliki oleh Suyoto dan Sardiyem, sedangkan yang lain masih dalam kondisi baik. PAH itu digunakan untuk kebutuhan mencuci dan ternak.

Mereka melakukan sesi pengamatan dan wawancara dengan Sudarsono selaku koordinator yang mengelola Green House dan pemilik biogas. Menurut Sudarsono Green House yang dikelola oleh BUMDES yang bekerja sama dengan LPTP tersebut berfungsi sebagai tempat untuk pembibitan dan sarana peningkatan taraf ekonomi masyarakat desa, sedangkan biogas sebagai pengganti dari tabung gas elpiji. Biogas itu di buat dengan menggunaka kotoran sapi baik feses maupun urin dengan ditampung di digester sebagai penampung feses dan urin sapi, sedangkan slurinya digunakan untuk pupuk tanaman. Sudarsono juga mengatakan bahwa semenjak ia menggunakan biogas untuk memasak dirinya tidak pernah membeli elpiji selama 10 tahun.   

Kemudian beralih ke Rusdiyono selaku koordinator pengelola rorak. Rorak berfungsi sebagai penjebak air hujan agar tidak langsung mengalir ke bawah, dengan kedalaman 0,5 M, panjang1,5 M dan lebar  0,5 M dapat menampung air hujan dengan curah tertentu. Air tersebut digunakan untuk kebutuhan air tanaman ladang atau kebun.

Dari hasil wawancara yang dilakukan M. Fatkhur Rokhman dengan Joko selaku pengelola tanaman anggrek bahwa tanaman tersebut merupakan salah satu tanaman yang dimiliki dan sebagai hasil budidaya yang menjadi sumber pencaharian ekonomi masyarakat Dusub Gumuk Desa Mriyan.

Sedangkan teh piles merupakan teh yang diproduksi oleh komunitas sekar aji, produksi tersebut baru dimulai pada tahun 2020 dengan dikoordinatori oleh Jinu selaku ketua kelompok. Teh piles ini merupakan teh peninggalan dari jaman Belanda yang oleh warga awalnya untuk dikonsumsi sendiri. dinamakan teh piles karena menggunakan metode piles yang memiliki arti dikucek, teh ini juga memiliki kekhasan aroma sangit karena di sangrai. Teh peninggalan Belanda itu oleh  masyarakat Kayulawang disebut dengan krifik, namun hingga saat ini LPTP masih dalam tahap penelitian Laboratorium jenis teh apa dan memiliki kandungan apa teh Piles tersebut.

Setiap tempat yang kita tempati pasti memiliki sumber dayanya masing-masing. Desa Pagerjurang dan Mriyan merupakan salah dua desa yang memiliki cukup banyak sumberdaya. Oleh adanya sumber daya itu kita harus bersyukur dengan cara menggunakan sebaik mungkin dan menjaganya. Dengan menggunakan, memanfaatkan, dan menjaga sumber daya itu masyarakat mensyukuri rahmat dan nikmat-Nya. [MK/AW/MFR]

Produksi Teh Piles
Ilvia Aulia Rahmah sedang melakukan wawancara mengenai rorak bersama dengan Bapa Rusdiyono di Desa Pagerjurang

           

Mengecek kondisi PAH di Dusun Kayulawang Desa Mriyan

Wawancara mengenai biogas dengan Bapa Sudarsono di Desa Pagerjurang